5 Outlet Mas JaC Hadir di Kota 1000 Daeng

Outlet Mas JaC tipe non mall di lokasi depan Alfamart PK Hamzi Makassar, Sulawesi Selatan

 

MAKASSAR – Perkembangan bisnis franchise Mas JaC terus bergulir. Hempasan sayapnya telah menyapa Kota 1000 Daeng, Makassar. Yah jantung ibukota Sulawesi Selatan itu telah disapa. Tak tanggung-tanggung, 4 lokasi jenis Paket Reguler telah bisa dirasakan oleh warga Makassar. Menurut Kak Tommy, Manajer Marketing PT Azfasa Kulinari Indotama, pemegang lisensi Mas JaC, perkembangan ini menjadi tanda bahwa Mas JaC telah siap sepenuhnya menjadi leader camilan jamur dan jamur crispy di Indonesia.

Ini outlet kedua Mas JaC depan Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi.Selatan

“Sesuai tagline yang kita usung dimana Mas JaC adalah Raja Jamur Indonesia khususnya camilan jamur crispy maka 4 outlet di Bumi Celebes ini jadi penanda penting. Apalagi Makassar adalah pintu gerbang utama Indonesia wilayah timur,” ujar Kak Tommy.

Outlet di depan Alfamart STIEM Bongaya, Makassar.

Sementara itu, Kepala Wilayah Mas JaC di Indonesia Timur, Kak Hasmirah mengatakan bersyukur bahwa Mas JaC telah hadir di Makassar. Menurutnya, perlahan tapi pasti, camilan jamur crispy khas Mas JaC ini disukai semua kalangan mulai mahasiswa, siswa sampai pegawai kantoran. Variasi rasa dari Mas JaC terutama yang makin memanjakan para pelanggan.

Outlet ke-5 Mas JaC di samping MAN 1 dan LPTQ Talasalapang, Makassar.

Adapun lokasi 4 outlet Mas JaC di Makassar adalah, pertama, outlet di depan Alfamart PK Hamzi lalu kedua, di depan Alfamart STIEM Bongaya sedangkan outlet ketiga, outlet di depan Kantor Gubernuran Sulawesi Selatan dan keempat di depan Alfamart Jalan Maukelleng  dan kelima adalah di daerah Talasalapang samping MAN 1 dan LPTQ.

(admin)

 

Breaking News: Mas JaC Hadir di Transmart Gresik

Outlet Mas JaC di Lantai LG depan Transmart Icon Mall, Gresik Jawa Timur. (Foto: Tommy)

 

GRESIK – Pasca rebranding merk dan logo, franchise ternama Mas JaC yang mengusung tagline Raja Jamur Indonesia terus melebarkan sayapnya. Terbaru, kuliner camilan dengan motto “Kriuk Is Nyess” ini hadir di mall pertama dan satu-satunya yaitu Icon Mall.

Outlet Mas JaC sendiri terletak tepat di depan Transmart Lantai LG. Sangat nyaman karena anda bisa menunggu order menu dan atau menikmati pesanan tanpa harus berdiri. Jika tak sedang ramai anda bisa duduk duduk santai sembari menikmati situasi sekitar mall khususnya Transmart.

Area duduk di outlet Mas JaC Transmart Icon Mall Gresik.

Menurut Kak Firman, franchisee kami di Icon Mall, lokasinya sangat pas dan membuatnya optimistik bisa menikmati omset bagus dengan mengambil lisensi franchise Mas JaC ini. Kita doain ya Kak Firman sukses dan bisa menambah outlet lainnya di mall lain di Kota berbeda.

Khusus di outlet Icon Mall in, Mas JaC memiliki tambahan dua menu yakni Rice Box Ayam Jamur Geprek dan Minuman JaC Latte.

Daftar menu outlet Mas JaC di Transmart Icon Mall Gresik

Fyi, Kak Firman juga punya outlet Mas JaC tipe non mall loh JaCilious. Letaknya di depan unit bisnis dia lainnya yaitu “Omah Baby and Kids” yang terletak di Jalan Sindujoyo No. 15 Kroman, Gresik. Jadi buat JaCilious yang kebetulan ke Kota Pudak, Gresik, jangan lupa mampir ya.

(admin)

Training Ulang Demi Menjaga Kualitas Produk

 

Kamis, 29 September 2011. Kami selaku pihak manajemen telah melakukan Training Ulang Tahap I kepada para pegawai outlet mulai dari Outlet Giant A. Yani, Outlet Royal Plaza, Outlet Carefour Ngagel dan OUTLET Ngagel Dadi. Hal ini kami lakukan sebagai penjagaan kualitas produk. Kami berterima kasih banyak kepada para pelanggan yang telah memberikan kritik dan sarannya agar kami terus menjaga kualitas produk kami.

Materi yang kami trainingkan mulai dari cara memasak hingga menyajikannya. Tidak lupa juga dalam hal kebersihan dan kerapihan outlet. Semua kami lakukan hanya untuk kepuasan para pelanggan.
Training ulang ini tidak berhenti di keempat outlet tersebut tetapi secara bertahap akan kami lakukan di seluruh outlet kami. Dan kami terus melakukan pengawasan terhadap kualitas produk dan pelayan kita di semua outlet.

Jamur Tiram Untuk Anti Kolesterol

Jamur Tiram Untuk Anti KolesterolKhasiat jamur bagi kesehatan tubuh memang terbukti. Selain mengandung berbagai macam asam amino essensial, lemak, mineral, dan vitamin, juga terdapat zat penting yang berpengaruh terhadap aspek medis. Sejak berabad-abad lalu, jamur sudah menjadi makanan istimewa sehingga banyak orang menjadi penggemar.
Sudah turun-temurun masyarakat Jepang dan Cina melengkapi menu dengan jamur. Bukan saja kelezatan rasa, tetapi juga tinggi nilai gizinya. Orang Yunani kuno percaya, makan jamur menyebabkan seseorang menjadi lebih kuat dan sehat. Hasilnya mereka lebih kuat, berani dan perkasa. Firaun, Raja Mesir yang terkenal sangat keji, penghobi berat makan jamur. Saking istimewanya, raja itu menyebut jamur sebagai makanan para dewa.
Kandungan gizi
Tidak hanya menyedapkan, jamur mempunyai kandungan gizi cukup baik. Komposisi kimia yang terkandung tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), ia berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, sekitar ada sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Yang istimewa 72 persen lemaknya tidak jenuh, jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavine), niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain K, P, Ca, Na, Mg, dan Cu. Kandungan serat mulai 7,4-24,6 persen sangat baik bagi pencernaan. Jamur mempunyai kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet.
Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan.
Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.
Dari hasil penelitian Departemen Sain, Kementerian Industri Thailand, jamur tiram (Oyster mushroom) mempunyai kandungan: protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen, abu 1,14 persen. Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung 45,65 kalori, 8,9 miligram (mg) kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg Vitamin C. Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia.
Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg.
Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.
Antikolesterol
Disebutkan bahwa para peneliti penyakit kanker menyarankan bahwa sebaiknya manusia mengonsumsi daging merah tidak lebih dari tiga ons per hari atau kurang dari itu. Daging tersebut adalah daging sapi, kerbau, kambing, dan babi yang dapat menyebabkan risiko lebih tinggi sebagai penyebab kanker usus, dan juga kemungkinan payudara, prostat, pankreas, perut, dan kanker ginjal. Kecil kemungkinan terkena kanker apabila mengonsumsi ayam dan ikan, dan untuk beberapa kasus malahan dapat melawan kanker. Sehubungan dengan hal itu, untuk yang senang mengkonsumsi burger disarankan untuk diselang-seling dengan ayam, seafood, sayuran, dan jamur (Anonympus, 1999).
Saat ini beberapa jamur digunakan sebagai obat untuk melawan kolesterol, kanker, dan AIDS. Senyawa aktif jamur yang terkandung dikabarkan dapat sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membunuh serangga dan nematoda. Pada tahun 1960, para peneliti berhasil menemukan pengaruh beberapa jamur sebagai antitumor. Komponen aktif yang dimaksud adalah polysaccharida, dan khususnya adalah Beta – D – Glucans. Sebagai standardisasi produk dari jamur tiram (Plurotus ostreatus dan P. eryngii) disebut Plovastin yang dipasaran sebagai suplemen penurun kolesterol. Komponen aktif dari Plovastin adalah statin, secara baik menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia (Itzkovich, 2001).
Hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang “Natural products with hypolipemic and anti oxidant effect”. Telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki: perempuan = 1:1, usia setengah umur, dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama satu bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulan, secara statistik sangat menjanjikan, yakni kolesterol dan serum turun 12,6 persen dan triglycerol turun 27,2 persen. Jamur tiram juga mempunyai efek antioksidan dengan turunnya hasil peroksidasi di dalam eritrosit.
Beta-1,3/1-6-Glucan secara alami berasal dari polysaccharida yang secara intensif dipelajari sejak tahun 1950 sebagai antitumor dan perangkat immunostimulating (pemicu kekebalan). Pleuran adalah Beta- 1,3/1-6-Glucan diisolasi dari jamur tiram yang mempunyai kandungan polysaccharida tinggi, biasa digunakan untuk cream, salep, suspensi, dan bedak untuk perawatan wajah di dunia oleh peneliti dan perusahaan kosmetik untuk formulasinya (Contoh; Estee Lauder dan Clinique). Konsentrasi 0,5-2,00 persen. Perawatan wajah ini berguna untuk mengikat air, melembabkan kulit dan anti-inflamasi. Percobaan pada 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5 persen kondisinya membaik, 18,2 persen sembuh total (Kuniak et al, 1995. Faculty of Pharmacy and STV, Batislava, Slovak Republic in Beta Glucan Health Center, www.glucan.com/therapy 2002).
Sumber:
Kompas, Jum’at 30 Agutus 2002

Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus)

Jamur TiramJamur tiram (Pleurotus ostreatus) atau jamur tiram putih adalah jamur pangan dengan tudung berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dan berwarna putih hingga krem. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii atau King Oyster Mushroom.
Tubuh buah memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus), sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm. Tepi tudung mulus sedikit berlekuk. Spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm. Miselia berwarna putih dan bisa tumbuh dengan cepat.
Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang.
Budidaya jamur ini tergolong sederhana. Jamur tiram biasanya dipeliharan dengan media tanam serbuk gergaji steril yang dikemas dalam kantung plastik.
Selain campuran pada berbagai jenis masakan, jamur tiram merupakan bahan baku obat statin. Jamur tiram diketahui membunuh dan mencerna nematoda yang kemungkinan besar dilakukan untuk memperoleh nitrogen.
Referensi
Stamets & Chilton, The Mushroom Cultivator, 1983
Stamets, Growing Gourmet and Medicinal Mushrooms (Third Edition), 2000
National Audubon Society Field Guide to North American Mushrooms, 1997
Page 1 of 212